Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 23/03/2013 13:36 WIB

Pangdam Bantah Senjata TNI Digunakan untuk Penyerbuan di LP Sleman

Tri Joko Purnomo - detikNews
Pangdam Bantah Senjata TNI Digunakan untuk Penyerbuan di LP Sleman
Magelang - Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso, membantah senjata yang digunakan untuk menembak empat tahanan di Lapas Klas II B Sleman, Yogyakarta, berasal dari kesatuannya. Pelaku juga ditegaskan bukan berasal dari anggota TNI.

"Bukan (senjata TNI)," Hardiono usai mengikuti upacara penutupan pendidikan Secaba di Lapangan Rindam IV Diponegoro, Magelang, Sabtu (23/3/2013).

Setelah mendapat informasi soal insiden di LP Sleman, Hardiono mengaku langsung menggelar apel. Tujuannya untuk mengecek jumlah senjata. Dan tidak ada senjata TNI seperti yang digunakan dalam penyerangan tersebut.

"Organik kita maupun yang nonorganik, dan saya bertanggungjawab penuh semua yang ada di Kodam," tegas Hardiono.

Dia sendiri tidak bisa memastikan siapa pelakunya. "Entry pointnya, pelaku dilakukan oleh orang yang tidak dikenal," tandasnya.

Kopassus sudah melakukan pengecekan internal terkait penyerangan yang mengakibatkan empat napi tewas di Lapas Cebongan, Sleman. Sejauh ini tidak ada keterlibatan angggota Kopassus dalam peristiwa tersebut.

"Sejauh ini tidak ada keterlibatan anggota kita," tegas Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letkol Infantri Richard kepada detikcom, Sabtu (23/3/2013).

Empat orang tersangka kasus pembunuhan prajurit Kopassus tewas di dalam LP Sleman. Mereka diberondong sekelompok orang yang medobrak masuk LP setelah melukai sipirnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mok/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%