detikcom
Sabtu, 23/03/2013 08:27 WIB

Kapolda: Penyerangan Lapas Sleman Terkait Insiden Pengeroyokan Anggota Kopassus

Bagus Kurniawan - detikNews
Jakarta - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol Sabar Rahardjo membenarkan kasus penyerangan oknum TNI dari kesatuan Kopassus ke Lapas Kelas II B Sleman, terkait dengan kasus penusukan terhadap anggota Kopassus di Cafe Hugo's Yogyakarta beberapa hari lalu. Saat ini polisi sedang melakukan olah TKP.

"Iya, ada kaitannya. Betul," ujar Sabar saat meninjau lokasi penyerangan Lapas Kelas II B, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013).

Subur mengatakan, empat orang yang tewas pada saat peristiwa penyerangan tersebut akibat luka tembak. Pelaku penyerangan tersebut diperkirakan berjumlah 17 orang.

"Empat korban tewas dengan luka tembak. Pelaku diperkirakan berjumlah 17 orang dengan penutup muka," kata Subur.

Keempatnya adalah tersangka pengeroyokan anggota kopassus yang tewas pada Selasa, 19 Maret 2013.

Keempat tahanan yang tewas bernama Hendrik alias Diki, Johan, Dedi dan Adilado. Mereka ditangkap karena mengeroyok Sertu Santoso (31) hingga tewas. Prajurit Kopassus TNI AD ini terlibat pertengkaran dengan sekelompok orang di Cafe Hugo's.

Sementara itu, Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letkol Infantri Richard mengatakan, akan segera memastikan apakah pelaku penyerangan tersebut merupakan anggota Kopassus atau bukan.

"Kita menyerahkan peristiwa ini ke pihak terkait dan akan ditindak lanjuti dengan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Richard terpisah.


Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(jor/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
54%
Kontra
46%