Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 23/03/2013 07:02 WIB

Pasca Penyerbuan Oknum Kopassus, Lapas Sleman Dijaga Ketat Polisi-TNI

Bagus Kurniawan - detikNews
Sleman, - Pasca penyerbuan diduga oleh oknum Kopassus, Lapas Klas II B Sleman saat ini dijaga ketat. Penjagaan dilakukan personel polisi-TNI.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (23/3/2013), penjagaan dilakukan sejak pintu gerbang masuk. Saat ini sejumlah pejabat terkait tengah berada di lapas.

Tampak pula 2 ambulans bersiaga di halaman lapas. Belum diketahui apakah 4 tahanan yang tewas ditembak sudah dievakuasi ke rumah sakit.

Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo mengatakan, sekelompok orang bersenjata menyerbut lapas sekitar pukul 01.30 WIB.

Orang bersenjata itu memaksa masuk lapas melalui pintu portir. Mereka kemudian meminta petugas menunjukkan kamar empat penghuni.

"Setelah menemukan ada di kamar A5, mereka langsung menembaki 4 penghuni lapas dan mereka meninggal dunia," kata Akbar Hadi terpisah.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%