detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 12:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 22/03/2013 17:14 WIB

PBB Ngotot Minta Kompensasi Waktu Pengajuan DCS kepada KPU

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Pasca dinyatakan sebagai peserta Pemilu 2014 oleh KPU, Partai Bulan Bintang (PBB) harus mengejar cepat ketertinggalan tahapan Pemilu dari partai politik lain. Karenanya, PBB tetap keukeuh untuk minta keringanan waktu kepada KPU.

PBB dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu oleh KPU pada Senin (18/3), di saat partai politik lainnya tengah menyusun daftar calon anggota legislatif. Tertinggal sekitar 2 bulan dalam tahapan pemilu inilah yang dinilai berat bagi PBB jika disamakan dengan partai lain.

"Saya tetap minta kompensasi, kompensasi ini bukan barang haram. Tinggal kasih saja, dan tidak mengganggu tahapan Pemilu," kata Sekjen PBB BM Wibowo dalam diskusi di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (22/3/2013).

Menurutnya, PBB secara resmi telah melayangkan surat agar diberikan kompensasi kepada KPU, sehari setelah ditetapkan sebagai peserta Pemilu yaitu Selasa (19/3). Namun hingga hari ini belum ada tanggapan resmi dari KPU.

"Kalau yang disebut KPU dengan equal treatment kepada semua parpol ya maka dibukanya harus sama dan ditutupnya sama. Ini kami kan sudah tertinggal dibanding partai lain," ucapnya.

Wibowo menuturkan, jika mengacu pada tahapan pemilu, meski dalam penyusunan daftar caleg sudah ada tanggal yang ditetapkan KPU, tapi kompensasi yang diberikan kepada PBB tidak akan merubah tanggal penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS). Keringanan waktu itu hanya untuk saat penyerahan DCS dan verifikasi.

"Penyerahan DCS kan sampai tanggal 22 April, ada 2 minggu untuk verfikasi DCS hasil perbaikan. Tapi nanti sama dalam penetapan DCT-nya" lanjutnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bal/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%