detikcom
Jumat, 22/03/2013 11:56 WIB

Bisnis Parkir Di Jakarta, Parkir Rumahan dengan Doorprize HP

Syarifah Nur Aida - detikNews
Jakarta - Bisnis parkir di Jakarta benar-benar gurih. Sesuai aturan, semestinya ada uang resmi yang masuk ke Pemprov DKI sebagai pajak. Tapi rupanya, tangan Pemprov tak sampai ke sana. Warga leluasa mengelola usaha parkir, dari jalanan sampai parkir rumahan.

Seperti di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Parkir di kawasan ini mulai dari di jalanan sampai skala rumahan merebak. Ya, sisi positifnya, bisnis parkir ini memberi lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Prinsipnya, daripada mencuri.

"Di parkir rumah ini, perbulan langganan Rp 90 ribu. Fasilitasnya dapat parkir motor setiap hari, dari jam 7 pagi sampai jam 12 malam. Bebas juga titip helm dan jaket, gratis," jelas Yadi (31) penjaga parkir rumahan di kawasan Tanah Abang, Jakpus saat ditemui, Kamis (21/3/2013).

Bisnis parkir rumah ini memang cukup bersaing. Tak heran kalau banyak jasa parkir rumahan yang menawarkan hadiah alias doorprize.

"Di sini malah ada 'doorprize' setiap bulan. Nanti diundi, per bulan dapat 'handphone' Rp 500 ribuan," ujar Yadi dengan senyum.

Para pelanggan umumnya karyawan kantoran atau mal di sekitar kawasan itu. Yadi, sudah mempunyai 150 pelanggan. Mereka yang jadi pelanggannya dipasang stiker di pelat nomornya.

"Usaha ini sejak 2010 bukanya," jelas Yadi yang tak mau berbicara omzet sebulannya. Dia mengaku hanya menyetor uang ke bosnya.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/mad)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
MustRead close