Jumat, 22/03/2013 09:43 WIB

Dua Warga Malaysia Tertangkap Nyabu di Hotel di Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Dua warga Malaysia yang sedang berpesta Sabu berhasil diamankan anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, di Hotel SAS, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Keduanya tak bisa berkutik saat polisi menangkap basah.

Penangkapan dilakukan pada Kamis (21/3) pukul 04.15 Wita. Keduanya WN Malaysia tersebut bernama Ng Bak Khoon (46), dan Suryani (30) yang digrebek di salah satu kamar hotel. Barang bukti sabu yang berhasil disita 1,5 gram.

"Keduanya ditangkap berkat laporan warga dan hasil penyelidikan anggota kami, kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengejar pemasok barang haram tersebut," ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Ucuk Supriadi pada detikcom, Jumat (22/3/2013).

Ucuk menambahkan, dalam proses penyidikan pada dua warga negeri jiran ini mengaku mendapat Sabu dari seseorang berinisial EN. Status EN saat ini sudah dimasukkan dalam DPO oleh Satnarkoba Polrestabes Makassar.

Dalam kurun dua pekan ini, Satnarkoba Polrestabes Makassar telah mengamankan sekitar 8 orang pengguna Sabu, yang dua di antaranya merupakan Lurah di Makassar dan di Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mna/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%