Detik.com News
Detik.com
Jumat, 22/03/2013 08:01 WIB

Probosutedjo: Yang Dilakukan Pak Harto Melebihi Pahlawan

Irwan Nugroho - detikNews
Probosutedjo: Yang Dilakukan Pak Harto Melebihi Pahlawan
Jakarta - Monumen Soeharto didirikan oleh keluarga Cendana di desa kelahiran mantan presiden itu di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Monumen ini diresmikan pada 1 Maret 2013, bertepatan dengan peringatan Serangan Umum 1 Maret.Sosok Soeharto banyak dikaitkan dengan pelanggaran HAM dan dugaan kasus korupsi, sehingga terjadi demo besar-besaran pada Mei 1998 yang menuntut Soeharto mundur dari kursi Presiden.

Berikut wawancara Aryo Bhawono dari majalah detikdengan Probosutedjo di lokasi Monumen Soeharto di Kemusuk, Bantul, DIY:

Apakah Monumen Soeharto ini terbuka untuk umum? Iya silakan saja, biar bisa mempelajari. Kalau dengan sungguh-sungguh, nanti bisa jadi maju, kalau cuma malas-malas ya nggak bisa. Banyak contohnya, dulu waktu melawan Belanda, 1 Maret, begitu serius sampai diuber-uber Belanda, banyak korban, tapi akhirnya berhasil. Dan keberhasilannya itu lebih dari 17 Agustus.

Kalau 17 Agustus kan Belanda menduduki kota-kota di Indonesia. Ini sebaliknya, begitu Serangan Umum 1Maret 1949, Belanda harus menarik diri dari Indonesia. Itu kenyataan yang harus diperhatikan oleh masyarakat supaya mengerti.

Dari mana ide awal pembangunan monumen ini? Idenya melihat-lihat di Amerika, presiden itu semua dibikin sejarahnya, supaya dikenal rakyatnya. Indonesia tidak. Indonesia ini bekas presiden terdahulunya malah justru dimaki-maki, kecuali Sukarno.Kan setelah apa itu banyak yang menuduh Pak Harto korupsi, padahal rumahnya sederhana sekali. Selama 32 tahun menjadi presiden, itu rumahnya Jalan Cendana, sangat sederhana, tidak ada apa-apanya. Berbeda dengan presiden sesudah itu, kaya-kaya semua. Nah ini supaya rakyat mengerti.

***

Wawancara selengkapnya bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 68, 18 Maret 2013). Edisi ini mengupas tuntas Memorial Soeharto, dengan tema Mimpi Bangkitkan Soeharto. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Kriminal Melibas Premanisme Hercules, Hukum Vonis Berat Istri Nazaruddin, Ekonomi Membuat Mikro Menjadi Besar, berita komik Diterkam Harimau, Wisata Rothenburg Si Kota Tua, rubrik Seni Hiburan dan review film Cloud Atlas, WKWKWK Bermesraan Tertangkap Deh, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!

(iy/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%