Detik.com News
Detik.com
Kamis, 21/03/2013 17:51 WIB

Lantai 3 Gedung Setneg Habis Terbakar

Mega Putra Ratya - detikNews
Lantai 3 Gedung Setneg Habis Terbakar Kebakaran di Setneg/Ega
Jakarta - Kebakaran yang melanda gedung Setneg di kompleks Istana Presiden terus membesar, membakar habis lantai 3. Puluhan mobil pemadam kebakaran merapat.

Api di gedung Setneg, sekitar pukul 17.45 WIB, Kamis (21/2/2013), semakin meluas. Api telah membakar habis lantai 3 gedung Setneg beserta atapnya.

Saat ini api semakin merembet ke arah gedung yang paling ujung di sebelah pintu masuk tamu Istana Negara. Puluhan mobil pemadam kebakaran telah datang mencoba memadamkan api.

Setelah sekitar 20 menit meninjau, Presiden SBY dan beberapa menteri yang meninjau kebakaran kembali lagi ke Istana Negara. Menteri yang mendampingi SBY antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Keuangan Agus Martowardojo.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%