detikcom

Kamis, 21/03/2013 17:31 WIB

Malaysia Pasti Menang Jika Konflik Sabah Dibawa ke Pengadilan Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
polisi Sabah menahan 2 orang (Reuters)
Kuala Lumpur, - Perdebatan soal kepemilikan Sabah mencuat setelah penyusupan sekitar 200 orang pengikut Sultan Sulu asal Filipina selatan ke wilayah negara bagian Malaysia itu. Bahkan beredar rumor bahwa pemerintah Filipina tengah menyiapkan tim pengacara untuk mempertimbangkan soal klaim atas Sabah.

Namun ahli sejarah terkemuka Malaysia, Profesor Emeritus Tan Sri Dr Khoo Kay Kim yakin, jika pemerintah Filipina benar-benar berniat mengklaim Sabah, negara itu akan kalah. Sama seperti ketika Filipina pernah mencoba mengklaim Pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002.

"Filipina tak pernah mengurus pulau itu sejak 1873. Terlebih lagi, rakyat Sabah telah setuju untuk menjadi bagian dari Malaysia," ujar Khoo seperti dilansir harian Malaysia, New Straits Times, Kamis (21/3/2013).

"Kenapa baru mempermasalahkan masalah itu sekarang? Tak ada protes saat hal itu dibahas ketika itu," tuturnya.

Pakar itu pun yakin, jika Filipina membawa masalah ini ke pengadilan internasional alias International Court of Justice (ICJ), Malaysia akan muncul sebagai pemenang kasus ini.

Mengenai Kesultanan Sulu yang mengklaim sebagai pemilik Sabah, menurut Khoo, tidak mungkin kesultanan di Filipina selatan itu akan membawa masalah ini ke ICJ. Penyebabnya, Kesultanan Sulu bukan negara berdaulat.

"Sulu sendiri tak bisa mengalahkan Malaysia. Sulit bagi Sulu untuk pergi ke ICJ, kecuali Manila ingin membantu mereka," tandasnya.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%