detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 21/03/2013 17:31 WIB

Malaysia Pasti Menang Jika Konflik Sabah Dibawa ke Pengadilan Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
polisi Sabah menahan 2 orang (Reuters)
Kuala Lumpur, - Perdebatan soal kepemilikan Sabah mencuat setelah penyusupan sekitar 200 orang pengikut Sultan Sulu asal Filipina selatan ke wilayah negara bagian Malaysia itu. Bahkan beredar rumor bahwa pemerintah Filipina tengah menyiapkan tim pengacara untuk mempertimbangkan soal klaim atas Sabah.

Namun ahli sejarah terkemuka Malaysia, Profesor Emeritus Tan Sri Dr Khoo Kay Kim yakin, jika pemerintah Filipina benar-benar berniat mengklaim Sabah, negara itu akan kalah. Sama seperti ketika Filipina pernah mencoba mengklaim Pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002.

"Filipina tak pernah mengurus pulau itu sejak 1873. Terlebih lagi, rakyat Sabah telah setuju untuk menjadi bagian dari Malaysia," ujar Khoo seperti dilansir harian Malaysia, New Straits Times, Kamis (21/3/2013).

"Kenapa baru mempermasalahkan masalah itu sekarang? Tak ada protes saat hal itu dibahas ketika itu," tuturnya.

Pakar itu pun yakin, jika Filipina membawa masalah ini ke pengadilan internasional alias International Court of Justice (ICJ), Malaysia akan muncul sebagai pemenang kasus ini.

Mengenai Kesultanan Sulu yang mengklaim sebagai pemilik Sabah, menurut Khoo, tidak mungkin kesultanan di Filipina selatan itu akan membawa masalah ini ke ICJ. Penyebabnya, Kesultanan Sulu bukan negara berdaulat.

"Sulu sendiri tak bisa mengalahkan Malaysia. Sulit bagi Sulu untuk pergi ke ICJ, kecuali Manila ingin membantu mereka," tandasnya.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .


Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%