detikcom
Kamis, 21/03/2013 16:58 WIB

Soal Demo 25 Maret, Menko Polhukam: Demo Boleh, Tapi Jangan Anarkis

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Pemerintah tak ambil pusing dengan isu demo 25 Maret yang disebut akan menggulingkan pemerintahan SBY. Menko Polhukam Djoko Suyanto mempersilakan menggelar aksi demo asalkan tidak anarkis.

"Tapi demo harus ikut aturannya, nggak boleh melanggar, nggak boleh anarkis, nggak boleh ganggu orang lain," jelas Djoko di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Djoko menegaskan pemerintah tidak pernah alergi dalam menerima kritikan. Sejak presiden SBY dilantik pada 2004, kritikan terhadap pemerintah terus mengalir hingga saat ini.

"Kan kita tidak pernah alergi terhadap kritik, bagus juga untuk ingatkan kita. Mengkritik kebijakan isu sah dalam demokrasi. Saya stop dari situ saja. Yang lain-lain sudah banyak bicara," paparnya.

Mengenai kritikan terhadap pemerintah terkait kasus Century, Djoko mengatakan sejauh ini proses penyidikan atas kasus tersebut sudah berjalan.

"Berarti kan jalan. Kalau ngga jalan berarti ngga ditangani. Tersangkanya sudah ada. Yang dihukum polisi pun sudah ada. Tapi kalau yang dituntut yang tidak-tidak yah tidak benar juga. Percayakan kepada KPK dan polisi," ungkapnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(mpr/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%