detikcom
Kamis, 21/03/2013 15:09 WIB

Tawuran Mahasiswa Pecah di Kampus UKI Cawang

Rivki - detikNews
Jakarta - Tawuran antara mahasiswa dengan warga terjadi di daerah Cawang, Jakarta Timur, tepatnya di Kampus UKI. Hingga saat ini kericuhan tersebut masih berlangsung.

"Iya ini saya dan kawan-kawan lagi di lokasi untuk meredam," ujar Kapolsek Kramat Jati, Kompol Handini, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/3/2013).

Handini mengatakan, keributan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, tetapi dirinya tidak mengetahui apa penyebab keributan tersebut. Pihaknya saat ini fokus untuk meredam keadaan.

"Kita lagi urus ribut-ributnya dulu, jadi belum tahu kenapa penyebabnya," terangnya.

Handini menjelaskan para mahasiswa dan warga saling melempar batu dan botol. "Ini mereka lagi pada lempar batu, info lanjutnya nanti dikabari lagi," ungkapnya.

Sementara itu informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, mengatakan, keributan tersebut antara pihak mahasiswa dengan pihak sekuriti kampus. Arus lalu-lintas di sekitaran Cawang tidak terganggu karena kericuhan terjadi di dalam kampus tersebut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 14:12 WIB
    Ridwan Hasan Saputra: Matematika Sulit, Itu Fitnah
    Gb Pekan lalu, media sosial dihebohkan menyusul kabar tentang tugas matematika seorang siswa sekolah dasar bernama Habibi, yang mendapat nilai merah dari gurunya. Habibi disalahkan sang guru karena menuliskan bahwa 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4x6, bukan 6x4.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%