Detik.com News
Detik.com
Kamis, 21/03/2013 15:09 WIB

Tawuran Mahasiswa Pecah di Kampus UKI Cawang

Rivki - detikNews
Jakarta - Tawuran antara mahasiswa dengan warga terjadi di daerah Cawang, Jakarta Timur, tepatnya di Kampus UKI. Hingga saat ini kericuhan tersebut masih berlangsung.

"Iya ini saya dan kawan-kawan lagi di lokasi untuk meredam," ujar Kapolsek Kramat Jati, Kompol Handini, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (21/3/2013).

Handini mengatakan, keributan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, tetapi dirinya tidak mengetahui apa penyebab keributan tersebut. Pihaknya saat ini fokus untuk meredam keadaan.

"Kita lagi urus ribut-ributnya dulu, jadi belum tahu kenapa penyebabnya," terangnya.

Handini menjelaskan para mahasiswa dan warga saling melempar batu dan botol. "Ini mereka lagi pada lempar batu, info lanjutnya nanti dikabari lagi," ungkapnya.

Sementara itu informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, mengatakan, keributan tersebut antara pihak mahasiswa dengan pihak sekuriti kampus. Arus lalu-lintas di sekitaran Cawang tidak terganggu karena kericuhan terjadi di dalam kampus tersebut.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%