detikcom

Rabu, 20/03/2013 13:00 WIB

500 Bakal Caleg PAN Jalani Psikotes Bak UN

Ari Saputra - detikNews
Sekitar 150 bakal caleg PAN jalani psikotes. (Ari S/
Jakarta - Sekitar 500 bakal caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengikuti tes psikologi (psikotes) yang digelar partai berlambang matahari itu. Peserta yang mengikuti ujian itu mulai dari kalangan artis, akademisi hingga pengurus PAN.

Psikotes bakal caleg ini digelar di ruang rapat lantai 2 gedung DPP PAN, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (20/3/2013). Ujian dilaksanakan selama dua hari, Selasa dan Rabu (19-20/3/2013). Ujian terbagi menjadi 4 sesi dengan pembagian 2 sesi setiap harinya. Sesi pagi pukul 09.00-11.00 WIB, dan sesi siang pukul 13.00-15.00 WIB.

Pantauan detikcom, psikotes di hari kedua sesi pagi sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Sekitar 150 peserta tampak serius menjawab 120 soal psikologi yang disediakan dalam dua buku soalan. Suasana hening layaknya Ujian Nasional (UN) selama psikotes berlangsung. Terlihat raut wajah para peserta yang mengkerut menjawab soal lembar demi lembar. Sementara pengawas terlihat tajam mengawasi, yang sesekali berjalan mengitari peserta.

Untuk menyelenggarakan psikotes ini, PAN menggandeng sebuah lembaga konsultan psikologi profesional. Sebelum ujian dimulai, salah seorang konsultan memberikan pengarahan mengenai aturan yang harus dipatuhi peserta. Panitia menyediakan pensil bagi peserta untuk menuliskan jawaban.

Di antara para peserta yang hadir, terlihat beberapa public figure, seperti Hengky Kurniawan dan mantan petenis nasional Yayuk Basuki. Beberapa anggota DPR dari FPAN yang berniat nyaleg lagi pun terlihat mengikuti ujian, seperti Teguh Juwarno dan Taufik Kurniawan. Mereka mengenakan kemeja biru khas PAN. Sedangkan pada penyelenggaraan Selasa kemarin, artis Desi Ratnasari juga ikut dalam psikotes.

Namun di luar gedung, akibat hampir seluruh peserta datang mengendarai mobil pribadi, lalu lintas di Jalan TB Simatupang arah Jagakarsa dari Warung Buncit menjadi tersendat. Kemacetan terjadi karena mereka memarkirkan mobil-mobilnya di depan gedung DPP PAN hingga ke SPBU yang terletak tidak jauh dari gedung PAN.



Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%