detikcom
Rabu, 20/03/2013 12:31 WIB

Ruang Bendahara Umum Digeledah KPK, Ini Kata Waketum Golkar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Bendahara Umum Golkar Setya Novanto
Jakarta - Ruang bendahara umum Golkar Setya Novanto di DPR RI digeledah KPK kemarin Selasa (19/3). Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutarjo angkat bicara.

"Yang saya tahu digeledah KPK itu kan untuk mencari data tambahan untuk Rusli Zaenal. Semua sudah diperintahkan oleh ketua umum kita harus kooperatif mendukung selama itu untuk kepentingan KPK," kata Sharif saat berbincang, Rabu (20/3/2013).

Sharif menilai dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus Rusli Zaenal tak terkait Golkar. Golkar prinsipnya mendukung pembongkaran setiap kasus korupsi hingga akar-akarnya.

"Jangan bicara saudara Novanto sebagai Bendahara Umum dan pribadi. Kalau ada masalah hukum itu bukan masalah bendahara umum tapi masalah pribadi beliau. Golkar tidak masalah kalau memang ada kasus korupsi ya dibongkar," katanya.

Jika memang terbukti ada kader yang tersangkut korupsi, Golkar tidak akan tiggal diam. Seperti Rusli Zaenal yang sudah dinonaktifkan dari jabatan ketua DPP Golkar.

"Ada sanksinya tegas dong, ada aturannya," tandasnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(van/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
MustRead close