Detik.com News
Detik.com
Rabu, 20/03/2013 11:20 WIB

Gita Wirjawan: Saya Tidak Ada Kepemilikan di Ancora Land

M Iqbal - detikNews
Gita Wirjawan: Saya Tidak Ada Kepemilikan di Ancora Land
Jakarta - Gita Wirjawan memenuhi panggilan Timwas Century dalam kapasitasnya sebagai pemilik Ancora Group. Namun, dalam pemaparan di depan timwas Century, ia menyatakan tak lagi memiliki saham di Ancora Land setelah masuk pemerintahan.

"Sewaktu saya masuk pemerintahan saya telah mendelegasikan kepemilikan saya dan kapasitas managerial terkait Grup Ancora," kata Gita dalam rapat dengan Timwas Century di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

"Terkait dengan pemberitaan yang diangkat dalam beberapa waktu ini terkait dengan perusahaan Ancora Land saya tidak ada kepemilikan secara langsung ataupun tidak langsung," lanjutnya.

Sementara terkait pemanggilan hari ini, meski tak lagi memiliki keterkaitan dengan Ancora Group, Gita menyatakan siap klarifikasi jika ada yang ingin dipertanyakann oleh timwas century.

"Saya hadir pagi ini tentu dengan penuh kesediaan untuk menjawab pertanyaan atau komentar yang perlu diklarifikasi terkait keterlibatan ancora land," ucapnya.

Selain Gita, Timwas juga memanggil direktur Utama PT Graha Nusa Utama (GNU) dan Ketua Yayasan Fatmawati.

Sebelumnya, Gita sebagai pemilik saham Ancora Land dikait-kaitkan dengan kasus Century setelah Ancora mengakuisisi PT GNU senilai Rp 65 miliar. PT GNU membeli tanah Yayasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Aset itu dikabarkan berasal dari dana nasabah PT Antoboga Delta Securitas di Bank Century.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bal/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%