detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:34 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 20/03/2013 10:49 WIB

KJP Datang, BOP Dikaji Ulang, Sekolah Gratis di DKI akan Dihapus?

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kartu Jakarta Pintar (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudhi Mulyanto segera bertemu Wakil Gubernur Basuki T Purnama. Pertemuan Taufik dengan Ahok, sapaan Basuki, akan mengkaji kelanjutan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) di tengah program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Apakah nantinya KJP akan menggantikan BOP dan sekolah gratis akan dihapus?

"Setahu saya itu bukan diganti, tetap dua-duanya ada (baik BOP maupun KJP)," kata Taufik saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/3/2013).

Selama ini, BOP menyangga biaya siswa dalam program wajib belajar 12 tahun di Jakarta. Usai KJP dicanangkan Pemprov DKI, uang saku siswa ikut terakomodasi.

Rencananya, keduanya akan disinergikan. Taufik menolak menyatakan akan ada penghapusan BOP pada waktu-waktu mendatang.

Meski demikian, Taufik mengakui Ahok telah menginstruksikan Dinas Pendidikan DKI agar mengkaji ulang keberadaan BOP usai KJP diujicobakan. Saat ini Dinas Pendidikan telah selesai menelaah BOP. Hasil telaah itu akan disampaikan paling lambat Kamis (21/3) besok.

"Saya diminta menelaah oleh Pak Wagub, tiga minggu yang lalu. Hasil telaah akan kami laporkan ke Pak Wagub. Paling lambat lusa," ujar Taufik.

Taufik masih belum bersedia mengungkapkan hasil telaah tersebut. "Saya belum bisa menyampaikan. Nanti punya keterkaitan dengan berbagai SKPD. Bagaimana sinerginya, itu yang kami rumuskan," ucap Taufik.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(trq/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close