Detik.com News
Detik.com
Rabu, 20/03/2013 10:48 WIB

Hari ke-156 Jokowi

Jokowi Borong Manggis di Pasar Poncol Senen

Sukma Indah Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jokowi Borong Manggis di Pasar Poncol Senen
Jakarta - Selepas dari Pasar Klender, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meluncur ke Pasar Poncol Senen. Jokowi memborong 5 kilo buah manggis nan manis.

Jokowi menelusuri los demi los kios pedagang barang bekas di Pasar Poncol, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2013).

Ia menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang. Seorang pedagang menyerahkan secarik surat beramplop cokelat kepada orang nomor satu di Jakarta itu. Jokowi menerima surat itu dan menyimpannya.

Pria kelahiran Solo 21 Juni 1961 itu diperlihatkan gambar rencana renovasi pasar oleh Kepala Sudin Koperasi UMKM dan Perdagangan Pemprov DKI Jakarta, Slamet Widodo.

"Nanti dicek ya ke Tata Ruang," ujar Jokowi.

Sarjana Kehutanan UGM tiba-tiba berhenti di kios buah. Ia menjajal buah manggis.

"Berapa sekilo, Bu?" tanya Jokowi.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%