detikcom
Selasa, 19/03/2013 15:43 WIB

Rentetan Serangan Bom & Penembakan di Irak Tewaskan 23 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Baghdad, - Rentetan serangan bom dan penembakan kembali terjadi di Irak. Sedikitnya 23 orang tewas dalam serangkaian bom mobil dan penembakan di wilayah-wilayah Syiah di Baghdad dan sekitarnya hari ini. Rentetan insiden ini terjadi menjelang peringatan 10 tahun invasi Amerika Serikat cs ke Irak.

Setidaknya 12 serangan bom mobil dan penembakan di Irak tersebut juga menyebabkan 88 orang terluka. Bahkan otoritas setempat mengingatkan bahwa jumlah korban masih bisa bertambah. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (19/3/2013).

Secara keseluruhan, 10 bom mobil meledak, termasuk dua insiden yang dilakukan oleh para pengebom bunuh diri. Ditambah lagi dengan satu serangan bom di pinggir jalan dan dua serangan penembakan. Rentetan serangan itu terjadi di kawasan-kawasan Husseiniyah, Mashtal, Zafraniyah, Baghdad Jadidah, Kadhimiyah, Sadr City dan Shuala, serta kota Iskandiriyah.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas rangkaian kekerasan tersebut. Namun para militan Sunni kerap menargetkan warga sipil Syiah dan para pegawai pemerintah sebagai upaya mengganggu kestabilan negara.

Tingkat kekerasan telah melonjak menjelang peringatan invasi AS ke Irak sejak tahun 2003 lalu. Bahkan selama pekan lalu, 87 orang tewas dalam berbagai serangan di Irak.

Menurut organisasi Iraq Body Count yang berbasis di Inggris, lebih dari 112 ribu warga sipil telah tewas sejak invasi 2003. Sementara menurut studi yang dirilis The Lancet, jumlah korban jiwa mencapai 116 ribu warga sipil mulai 2003 hingga Desember 2011, ketika pasukan AS ditarik dari Irak.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%