detikcom

Selasa, 19/03/2013 10:48 WIB

Diancam Korut, AS Terbangkan Pesawat Pengebom Nuklir B-52 ke Korsel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Seoul, - Amerika Serikat menerbangkan pesawat-pesawat pengebom berkemampuan nuklir B-52 ke wilayah Korea Selatan (Korsel). Pesawat-pesawat tempur tersebut diterbangkan untuk misi latihan dan merupakan sinyal jelas bagi Korea Utara (Korut) di tengah meningkatnya ketegangan dua Korea.

Latihan ini merupakan bagian dari latihan militer gabungan tahunan AS-Korsel. Juru bicara Pentagon George Little menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (19/3/2013), penerbangan B-52 tersebut harus dipandang sebagai penegasan atas komitmen dan kemampuan AS untuk membela Korsel dari serangan Korut.

Dikatakan Little, pesawat B-52 dari pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam diterbangkan ke Korsel sebagai bagian dari latihan militer yang diberi nama "Foal Eagle."

B-52 juga ikut serta dalam latihan tahunan sebelumnya, namun dikatakan Little, Pentagon ingin menekankan penggunaan pesawat tersebut saat ini mengingat meningkatnya ketegangan. Bahkan penerbangan-penerbangan B-52 berikutnya akan terus dilakukan.

"Kami ingin menarik perhatian ke fakta bahwa kami telah meningkatkan kemampuan pencegahan yang kami yakin penting untuk ditunjukkan menyusul retorika Korut baru-baru ini," ujar Little.

Pemerintah Korut telah mengancam kemungkinan terjadinya kembali perang Korea setelah Korut menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan Korsel. Korut bahkan mengancam akan melancarkan serangan nuklir preemtif terhadap Korsel dan AS. Ancaman-ancaman itu dilontarkan Korut sebagai respons atas sanksi-sanksi baru PBB yang dijatuhkan menyusul uji coba nuklirnya bulan Februari lalu.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%