detikcom
Senin, 18/03/2013 16:00 WIB

Hari ke-154 Jokowi

Dokter Keluarga Diusulkan 1 Per 3 Ribu Warga, Para Dokter Keberatan

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Pemprov DKI akan mengadakan program dokter keluarga dimana 1 dokter akan mengawasi 3 ribu warga. Namun tampaknya para dokter itu keberatan dengan jumlah warga yang harus diawasi dan diusulkan 1 dokter mengawasi 2 ribu orang.

"Tapi beberap dokter mengatakan, 'Pak ini kan Indonesia Pak, dan baru mulai. Kalau baru mulai, kita mulai dari orang yang penyakitan. Kalau tiga ribu orang kebanyakan dong. Kecuali kalau sudah pada sehat'. Makanya ada usulan dua ribu saja. Karena asumsinya dua ribu banyak yang akan datang untuk yang sakit yang macam-macam," jelas Wagub DKI Basuki T Purnama (Ahok).

Ahok mengatakan hal itu di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2013).

Dokter keluarga ini akan dibayar dengan sistem kapitasi yakni Rp 7 ribu per orang per bulan. Satu dokter mendapat Rp 21 juta per bulan untuk menjaga agar 3000 warga supaya tidak sakit. Namun bila 1 dokter hanya mengawasi 2000 warga, nilai kapitasinya bisa jadi naik hingga Rp 10.000 per orang per bulan.

"Kalau mereka (warga) sakit, ya dokternya duitnya habis bayar asuransi saja," imbuh Ahok.

Nah, anggaran Rp 7 ribu per orang itu sudah termasuk premi Rp 23 ribu yang akan dibayarkan pada Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) pada awal 2014 nanti.

"Termasuk. 23 Ribu itu ada Rp 7 ribu untuk dokter keluarga. Cuma kita belum tahu kan, Jakarta ini cukup atau tidak 4,7 juta. Sistem asuransi kan makin besar makin bagus. Tapi kita harus coba, bahwa misalnya Rp 23 ribu tidak cukup misalnya. Kalau begitu kita akan ajukan ke DPRD di anggaran biaya tambahan, bisa kita ajukan. Setiap 6 bulan kta evaluasi," jelas dia.

Jumlah sasaran peserta dalam program ini adalah 4,7 juta jiwa yang terdiri dari 1,2 juta jiwa peserta Jamkesmas dan sisanya sebanyak 3,5 juta jiwa penduduk DKI Jakarta lainnya. Dengan perhitungan premi per member per mounth (PMPM) Rp23 ribu, sehingga total anggaran yang disediakan Pemprov DKI sebesar Rp 1,2 triliun.

Pemprov DKI akan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) untuk menyediakan sumber daya dokter.

(nwk/van)




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%