detikcom
Senin, 18/03/2013 14:58 WIB

PBB Lolos ke Pemilu 2014, PKS Ucapkan Selamat

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - PKS menyambut baik lolosnya PBB jadi peserta Pemilu 2014. Alih-alih keberatan ada tambahan pesaing baru, PKS malah ingin mengajak PBB bekerja sama.

"Ya, kami ucapkan selamat tentunya, semkain banyak teman seperjuangan untuk menyelamatkan suara umat," kata Ketua DPP PKS, Yudi Widiana Adia, saat dihubungi, Senin (18/3/2013).

Yudi berharap PBB dapat diajak kerja sama memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. PKS berharap dapat bermitra dengan PBB.

"Saya juga berharap PBB memposisikan PKS bukan sebagai rival atau pesaing, akan tetapi mitra yang saling menguatkan," ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan meloloskan Partai Bulan Bintang (PBB) ke Pemilu 2014. KPU memberi nomor urut 14 untuk PBB.

"Keputusan KPU nomor 143 tahun 2013 menetapkan nomor urut PBB yaitu nomor urut 14," kata ketua KPU Husni Kamil Manik dalam jumpa pers di KPU, jalan Imam Bonjol, Jakpus, Senin (18/3/2013).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%