Senin, 18/03/2013 13:28 WIB

Jero Wacik: KLB PD Bukan Pasar Bebas, Arahnya Musyawarah Mufakat

Rivki - detikNews
Jero Wacik
Jakarta - Kongres Luar Biasa (KLB) PD digelar di Sanur, Bali, pada 30-31 Maret nanti. Majelis Tinggi PD memastikan KLB bukan ajang pasar bebas, namun musyawarah mufakat sesuai arahan Ketua Majelis Tinggi PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kita sedang cari pola yang baik, karena ini hanya 1,5 tahun, ketum sisa masa jabatan, jadi kemungkinan besar arahnya musyawarah mufakat," kata Jero kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Jero melanjutkan, SBY akan menentukan siapa saja kandidat ketua umum PD. Nantinya dipilih melalui musyawarah mufakat.

"Bisa 3, bisa 2, bisa 1 orang. Tergantung nanti beliau. Hampir 95 persen DPC dan DPD setuju arahan Majelis Tinggi. Jadi hanya 1-2 yang ingin voting," katanya.

Jadi kalau ada calon lain yang ingin berlaga di KLB harus mendapat restu SBY. Termasuk dua calon yang sudah mulai bersiap-siap yakni Saan Mustopa dan Marzuki Alie.

"Ya silakan saja, tapi begitu SBY memberi arahan, siap, ya beliau harus tidak ikut, kalau memang sesuai dengan tanda tangannya di pakta integritas ya harus ikut," jelas Jero.

Jero memastikan KLB jauh berbeda dengan pasar bebas di Kongres PD Bandung tahun 2010 silam. ""Ya seperti itulah (tidak pasar bebas) karena begini, demokrasi kita, belum sedewasa itu. Harus musyawarah mufakat, itu aja," katanya.

Siapa calon ketua umum PD yang dipilih SBY? Jero hanya bisa memastikan kandidat ketua umum PD nantinya bukan dari keluarga SBY baik Ani Yudhoyono maupun Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

"Nggak, itu kelihatannya tidak mungkin karena beliau juga tidak berkehendak," tandasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close