detikcom
Minggu, 17/03/2013 13:31 WIB

Survei LSI: Jokowi Cawapres Paling Potensial

Syarifah Nur Aida - detikNews
Joko Widodo
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan survei seputar kandidat capres paling potensial. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menyodok ke posisi teratas menjadi kandidat cawapres paling potensial.

Survei dilakukan LSI pada 1-8 Maret 2013. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka dengan 1.200 orang responden. Margin of error 2,9 persen.

Jokowi dipilih 35,2 persen responden sebagai cawapres paling potensial. Jokowi mengungguli nama-nama tenar seperti Jusuf Kalla, Hatta Rajasa, bahkan Mahfud MD yang baru purnatugas sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

"Memang beliau (Jokowi) yang paling populer baik publikasi maupun elektabilitasnya," kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby, dalam konferensi pers hasil temuan dan analisis survei nasional oleh LSI, di kantor LSI, Gedung Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda No. 70, Rawamangun, Jakarta, Minggu (17/3/2013).

Menyangkut survei terhadap kandidat cawapres, LSI memberikan pertanyaan "seandainya Pilpres digelar hari ini, dari nama yang maju sebagai cawapres siapa yang ibu/bapak pilih?". LSI memberikan nama-nama cawapres yang mengemuka.

Berikut kandidat cawapres paling potensial versi survei LSI, jika Pilpres digelar hari ini:

1. Joko Widodo: 35,2 persen
2. Jusuf Kalla: 21,2 persen
3. Hatta Rajasa: 17,1 persen
4. Mahfud MD: 15,1 persen
5. Suryadharma Ali: 2,9 persen
6. Muhaimin Iskandar: 2,2 persen
7. Anis Matta: 1,9 persen
8. Nama lain (Chairul Tanjung, Gita Wirjawan): 2,1 persen
Belum memutuskan: 2,3 persen


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(van/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%