Sabtu, 16/03/2013 01:08 WIB

Polisi: Penangkapan Hercules Karena Laporan Keresahan Masyarakat

Septiana Ledysia - detikNews
Penangkapan Hercules (dok detikcom)
Jakarta - Polisi tidak serta merta melakukan penangkapan terhadap Hercules tanpa alasan. Penangkapan yang dilakukan beberapa waktu lalu berdasarkan laporan masyarakat yang sudah merasa resah atas pemerasan yang dilakukan Hercules dan anak buahnya.

"Keresahan warga sebenarnya sudah lama. Tapi berusaha menghindari premanisme. Makanya akhirnya melapor," kata Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP Hengki Haryadi saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (15/32015).

Menurut Hengki, ada 4 unit ruko yang selalu 'diganggu' Hercules dan anak buahnya. Padahal ruko-ruko tersebut sudah mempunyai IMB.

"Pengembangan melapor karena bangunan sudah ada IMB-nya namun tidak boleh dibangun sama Hercules," ujar mantan Kasat Reskrim Jakpus ini.

Dari laporan masyarakat tersebut, polisi melakukan evaluasi dan menerima beberapa laporan masyarakat lainnya. Hingga akhirnya ada 4 laporan warga yang diterima polisi atas kelakukan Hercules dan anak buahnya yang meresahkan masyarakat tadi.

"Kita ada apel rutin tiap minggu dan evaluasi tren kejahatan. Kita melihat ada pola tempat dan waktu berdasarkan laporan masyarakat tadi di lokasi tersebut (TKP)," ungkapnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%