detikcom
Jumat, 15/03/2013 22:51 WIB

Datang ke Polres Jakarta Utara, Istri Alanshia Tidak Bersedia Difoto

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Lien Wen Jing,istri pelaku mutilasi Alanshia datang bersama dua kerabatnya ke Polres Jakarta Utara. Sesampainya di Mapolres mereka langsung bertemu dengan Alanshia. Suasana kekeluargaan nampak di ruangan tersebut, terlihat sang istri memberikan bekal makanan kepada sang suami.

Makanan yang dibawa oleh Lien langsung disantap oleh Alanshia yang mengenakan baju tahanan. Pelaku pembunuhan keji itu nampak menikmati suasana dan santapan dari sang istri. Alanshia juga tidak terlihat tegang ketika pertemuan dengan istrinya diliput oleh wartawan.

Tak lama, Kapolres Jakarta Utara Kombes M Iqbal masuk ke ruangan Satreskrim Polres Jakarta Utara yang terletak di lantai 4 tersebut. Kapolres meminta Alanshia dengan istrinya diabadikan oleh media. Namun, sang istri enggan pertemuan mereka diabadikan oleh wartawan.

Lien pun nampak bersembunyi di balik sekat saat para wartawan ingin mengabadikan pertemuan mereka. Melihat istrinya ketakutan, Alanshia pun memohon kepada Kapolres agar istrinya tidak diliput media. Menanggapi hal itu, Kapolres mengabulkan permohonan Alanshia.

"Ya sudahlah tidak apa (tidak boleh ambil gambar) karena dia sudah kooperatif dalam pemeriksaan. Dia gentle sekali," ujar Kombes M Iqbal kepada wartawan di Mapolres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Pengamatan detikcom, istri Alanshia memiliki tinggi sekitar 165 cm, rambut lurus pendek, mengenakan busana corak putih-hitam dengan celana jeans warna hitam. Lien Wen Jin memiliki paras cantik khas wanita oriental. Sementara itu suasana di Mapolres, masih terlihat pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus mutilasi tersebut.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%