detikcom
Jumat, 15/03/2013 12:41 WIB

Soal Isu Demo 25 Maret, Presiden SBY Yakin Masyarakat Berpikir Jernih

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Isu demo besar 25 Maret 2013 yang didengungkan sekelompok orang tidak dianggap serius oleh Presiden SBY. Presiden yakin masyarakat berpikir jernih terhadap isu ini.

Presiden SBY sudah mendengar adanya isu demo besar 25 Maret yang berkeinginan menggulingkan dirinya. Kelompok itu akan membentuk presidium untuk memimpin Indonesia hingga 2014.

"Saya yakin semua pihak, semua masyarakat bisa berpikir jernih," kata Presiden SBY saat bertemu para pemimpin redaksi media massa di Istana Negara, Jumat (15/3/2013). Presiden didampingi Wapres Boediono dan sejumlah menteri.

Saat ini masyarakat sudah mengetahui demokrasi yang terjadi di Indonesia. Masyarakat mendukung demokrasi, namun tidak akan melakukan pelanggaran konstitusi.

Menurut SBY, mengenai pergantian kekuasaan, sudah ada sistem dan aturan yang berlaku. Karena itu, SBY tidak akan terganggu dengan isu ini.

"Saya akan tetap bekerja dengan sebaik-baiknya sampai masa jabatan berakhir," kata SBY.

Dalam pertemuan ini, Presiden SBY juga disarankan oleh para pemimpin redaksi untuk tidak risau dengan isu ini. Karena isu demo massal 25 Maret 2013 seperti biasa tidak akan terjadi dan tidak didukung masyarakat.

Pertemuan Presiden SBY dengan para pemimpin redaksi berlangsung secara kekeluargaan. Pertemuan diisi dengan sharing dan diskusi mengenai banyak hal. Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.00 itu berakhir pukul 11.30 WIB.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/mok)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%