detikcom
Jumat, 15/03/2013 09:59 WIB

Jet Tempur Iran Coba Hadang Pesawat AS, Tapi Gagal

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Washington - Jet tempur Iran berusaha untuk mengejar dan menghadang pesawat tanpa awak Predator milik Amerika Serikat (AS) yang mengudara di wilayah Teluk Persia. Namun upaya ini tak berlangsung lama karena dua pesawat militer AS balik menghadang pesawat perang Iran tersebut.

Menurut Departemen Pertahanan AS atau biasa disebut Pentagon, tidak ada tembakan yang dilepaskan dalam konfrontasi yang terjadi pada Rabu (13/3) tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (15/3/2013).

Juru bicara Pentagon, George Little menjelaskan, insiden ini berawal ketika jet tempur F-4 milik Iran dideteksi berada pada jarak 25 km dari pesawat tanpa awak AS, Predator.

Menurut Little, pesawat tak berawak AS tersebut tengah melakukan tugas rutin, yakni misi pengawasan wilayah Teluk. Tiba-tiba ada jet tempur Iran yang mendekatinya.

Tidak diketahui pasti alasan Iran melakukan penghadangan ini. Namun pihak Pentagon menyatakan bahwa insiden ini terjadi di atas wilayah perairan internasional. Insiden ini seolah menjadi tamparan kecil bagi AS sehingga mereka bertekad untuk meningkatkan perlindungan terhadap personel dan fasilitas militernya di wilayah Teluk.

"Kami berhak untuk melindungi aset militer kami, sama seperti pasukan militer kami dan kami akan terus melakukan hal itu di masa mendatang," tegas Little.

Insiden semacam ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Pada November 2012 lalu, sebuah jet tempur Iran bahkan melepas tembakan ke arah pesawat tanpa awak AS. Insiden ini memicu protes keras dari AS. Bahkan sejak saat itu, AS semakin menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan misi pengawasan dengan pesawat tanpa awak di wilayah perairan internasional demi mengawal tentara AS yang bertugas di sana.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%