detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 15/03/2013 09:59 WIB

Jet Tempur Iran Coba Hadang Pesawat AS, Tapi Gagal

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Washington - Jet tempur Iran berusaha untuk mengejar dan menghadang pesawat tanpa awak Predator milik Amerika Serikat (AS) yang mengudara di wilayah Teluk Persia. Namun upaya ini tak berlangsung lama karena dua pesawat militer AS balik menghadang pesawat perang Iran tersebut.

Menurut Departemen Pertahanan AS atau biasa disebut Pentagon, tidak ada tembakan yang dilepaskan dalam konfrontasi yang terjadi pada Rabu (13/3) tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Jumat (15/3/2013).

Juru bicara Pentagon, George Little menjelaskan, insiden ini berawal ketika jet tempur F-4 milik Iran dideteksi berada pada jarak 25 km dari pesawat tanpa awak AS, Predator.

Menurut Little, pesawat tak berawak AS tersebut tengah melakukan tugas rutin, yakni misi pengawasan wilayah Teluk. Tiba-tiba ada jet tempur Iran yang mendekatinya.

Tidak diketahui pasti alasan Iran melakukan penghadangan ini. Namun pihak Pentagon menyatakan bahwa insiden ini terjadi di atas wilayah perairan internasional. Insiden ini seolah menjadi tamparan kecil bagi AS sehingga mereka bertekad untuk meningkatkan perlindungan terhadap personel dan fasilitas militernya di wilayah Teluk.

"Kami berhak untuk melindungi aset militer kami, sama seperti pasukan militer kami dan kami akan terus melakukan hal itu di masa mendatang," tegas Little.

Insiden semacam ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Pada November 2012 lalu, sebuah jet tempur Iran bahkan melepas tembakan ke arah pesawat tanpa awak AS. Insiden ini memicu protes keras dari AS. Bahkan sejak saat itu, AS semakin menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan misi pengawasan dengan pesawat tanpa awak di wilayah perairan internasional demi mengawal tentara AS yang bertugas di sana.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close