detikcom
Kamis, 14/03/2013 13:49 WIB

Ini yang Tertulis di FB Wanidya Korban Pembunuhan di Apartemen di Jakbar

Norma Anggara - detikNews
Wanidya semasa hidup/detikcom
Surabaya - Semenjak ditinggal ayahnya Bambang Haryanto Ginting, Wanidya Minola Ginting memang sering merindukan sosok ayah. Pada status Facebook, Wanidya mengungkapkan kerinduannya terhadap sang ayah.

Alm Wanidya Minola Ginting menulis sebuah status di Facebook pada 4 Maret 2013. Status itu berbunyi :

Happy B'Day Bapak in Heaven.. Tawamu, Candamu, Kerasmu, Marahmu, Pelukanmu, Ajaranmu, Marahmu dan Semua Tentangmu akan Slalu kami simpan sebagai Kenangan.. Putri Kecilmu ini Merindukan Pelukan Hangatmu #dedicated for 1st My Guardian, Bambang Ginting AS "Girindra Wardhana"

"Saya nggak ada firasat, karena saya selalu kontak dengan anak saya (Minola Ginting)," kata Ngesti Wiludjeng di rumah duka Jalan Karah Agung 4 nomer 16 Surabaya, Kamis (14/3/2013).

Ngesti tak berhenti meratapi nasibnya. Setelah ditinggal oleh suaminya pada September 2003 lalu, kini perempuan berkerudung ini harus ikhlas kehilangan anak semata wayangnya.

"Saya sudah ditinggal dua orang," tutur perempuan yang juga seorang guru Geografi di SMA Ta'miriyah Surabaya ini sambil terisak.

Wanidya ditemukan tewas dengan 7 luka tusuk, Rabu (13/3), sekitar pukul 15.30 WIB. Wanidya tengkurap tak bernyawa di tempat tinggalnya di Apartemen Green Park View, Cengkareng, Jakarta Barat. Kini jenazah Wanidya telah sampai di Bandara Juanda Surabaya untuk segera didoakan di rumah duka keluarga.

Polisi telah meringkus dua pembunuh Wanidya. Mereka adalah Erlangga Bakti (27) dan Arfan Makmur (29). Keduanya mengaku membunuh karena sakit hati.

(fat/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%