detikcom
Rabu, 13/03/2013 22:41 WIB

Jak tv: Mayat Perempuan di Apartemen di Jakbar Bukan Karyawati Kami

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Wanidya Minola Ginting ditemukan tak bernyawa di Apartemen Green Park View, Cengkareng, Jakarta Barat. Namun perempuan muda berusia sekitar 25 tahun ini bukanlah karyawati stasiun televisi Jak tv sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Public Relation Manager Jak tv Oki A Zainufri meluruskan pemberitaan terkait kasus penemuan mayat perempuan di apartemen tersebut siang tadi. Menurut dia, tidak ada karyawati Jak tv atas nama Wanidya Minola Ginting.

"Kami sudah cek ke HRD juga, apakah pernah ada karyawan bernama Wanidya Minola Ginting atau pernah ada yang magang atas nama itu, tapi sampai hari ini kami tidak temukan nama karyawati seperti nama korban. Ini untuk meluruskan," ujar Oki saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (13/3/2013).

Oki berharap kasus tersebut dapat segera terungkap. Pihak Jak tv lanjut Oki, juga turut belasungkawa atas kematian korban. "Berharap semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah," ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebutkan jika mayat yang ditemukan di Apartemen Green Park View, Cengkareng, adalah seorang karyawan stasiun televisi swasta.

"Menurut keluarga yang sudah datang ke polsek, dia karyawan Jak tv. Posisinya apa cuman gak tahu," ujar Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Khoiri kepada wartawan, Rabu (13/3).

Korban ditemukan terlungkup di lantai kamar apartemen No 1122 pukul 12.30 WIB siang tadi oleh Abon, teman korban. Korban ditemukan dengan luka tusuk sebanyak 7 kali. Tiga tusukan di perut, 3 tusukan di leher dan satu tusukkan tembus dibagian leher. Saat ini, korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSCM untuk diautopsi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/kff)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%