detikcom
Rabu, 13/03/2013 17:14 WIB

Hari Kedua Pemilihan Paus, Semua Mata Tertuju ke Cerobong Asap Vatikan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Vatikan, - Hari ini para kardinal memasuki hari kedua pertemuan tertutup alias konklaf di Vatikan untuk memilih Paus baru. Semua mata pun tertuju ke cerobong asap di Vatikan yang akan memberikan tanda ketika Paus baru telah terpilih.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (13/3/2013), sebanyak 115 kardinal berkumpul di Kapel Sistina hari ini setelah pertemuan hari pertama pada Selasa, 12 Maret kemarin belum membuahkan hasil. Asap hitam keluar dari cerobong asap Vatikan pada Selasa malam waktu setempat.

Ini menandakan tak ada kandidat paus yang memperoleh mayoritas dua pertiga suara yang dibutuhkan untuk menjadi Paus Roma ke-266 guna menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri bulan lalu.

Publik menantikan asap putih yang akan keluar dari cerobong asap Vatikan. Asap putih ini merupakan pertanda bahwa pemimpin baru Gereja Katolik Roma telah terpilih.

Saat ini tak ada kandidat yang bisa diperkirakan akan menjadi pemenang. Namun ada tiga orang yang menjadi kandidat favorit: Angelo Scola dari Italia, Odilo Scherer dari Brasil dan Marc Ouellet dari Kanada. Semuanya dikenal konservatif seperti Benediktus yang mundur pada usia 85 tahun.

"Sejauh ini tak ada mayoritas, namun sejumlah kandidat dengan sedikit dukungan akan tumbang segera," kata seorang kardinal kepada harian Italia, La Stampa.

Dikarenakan usianya, kardinal yang tidak disebutkan namanya ini tidak ikut memilih namun ikut serta dalam sejumlah pertemuan pendahuluan.

Selama konklaf, para kardinal akan tinggal di kapel untuk menyepakati kandidat yang tepat, yang biasanya dapat berlangsung hingga beberapa hari. Di bawah sumpah yang dijaga ketat kerahasiaannya, para kardinal telah memasuki Kapel Sistina dan pemilihan ini dimulai dengan prosesi upacara dan ritual nyanyian.

Sebelumnya, mereka telah berdoa pada misa khusus di Basilika Santo Petrus, bersama dengan ribuan peziarah yang datang dari seluruh dunia.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nwk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Vonis Seumur Hidup buat Akil Bisa Buat Jera Koruptor Lain

Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhi hukuman penjara seumur hidup kepada Akil Mochtar. Hukuman ini bagi mantan hakim konstitusi Jimly Asshiddiqie cukup adil untuk memberikan efek jera. "Ya, cukup adil untuk memberi efek jera agar orang lain yang memiliki peluang tidak melakukan hal yang serupa," kata Jimly. Bila Anda setuju dengan Jimly Asshiddiqie, pilih Pro!
Pro
56%
Kontra
44%