detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 08:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 13/03/2013 15:19 WIB

Berhubungan dengan Gadis, Tentara Pakistan Dilempari Batu Hingga Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Islamabad, - Seorang tentara Pakistan dilempari batu hingga tewas karena diduga menjalin hubungan gelap dengan seorang gadis remaja. Hukuman rajam itu dijatuhkan dewan suku di kota Parachinar, dekat perbatasan Afghanistan di distrik Kurram.

Dewan suku setempat memerintahkan hukuman mati tersebut atas Anwar-ud Din yang berumur sekitar 25 tahun. Gara-garanya, tentara itu menjalin "hubungan terlarang" dengan seorang gadis lokal.

"Ada sekitar 40 sampai 50 orang yang melempari pria itu dengan batu sampai dia tewas berlumuran darah," ujar seorang warga setempat seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (13/3/2013).

Din dituduh berhubungan dengan seorang gadis berumur 18 tahun dan diam-diam kerap menemuinya. Namun kedua insan itu kedapatan tengah berduaan pada Minggu, 10 Maret lalu di sebuah pekuburan.

Din mengaku dirinya telah tiga kali menemui gadis itu sebelumnya. Hukuman rajam pun dilaksanakan pada Selasa, 12 Maret waktu setempat di areal pemakaman tempat sejoli itu ditemukan sedang berduaan. Tidak jelas bagaimana nasib sang gadis. Namun rumornya, wanita muda itu juga dihukum mati.

Hubungan antara pria dan wanita tanpa persetujuan keluarga dianggap sebagai hal yang tak bermoral oleh banyak kalangan di Pakistan. Khususnya di daerah-daerah kesukuan Pakistan di mana militan-militan Taliban dan Al-Qaeda banyak bermarkas. Ratusan orang tewas dibunuh di Pakistan setiap tahunnya demi alasan mempertahankan "kehormatan keluarga". Namun hukuman rajam terbilang langka di Pakistan.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ita/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%