Rabu, 13/03/2013 15:00 WIB

Hasil Investigasi Kasus Penyerangan Mapolres OKU Segera Diumumkan

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Tim gabungan Mabes Polri dan Denpom TNI masih melakukan investigasi terkait penyerangan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) beberapa waktu lalu. Kerja tim hampir rampung dan hasilnya akan segera diumumkan.

"Hasil sementara akan segera diumumkan," kata Kapolri, Jenderal Timur Pradopo usai Rapat Timwas Century, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/3/2013).

Timur meminta semua pihak bersabar dan memberikan kesempatan tim investigasi gabungan untuk menyelesaikan analisa hasil temuan di lapangan.

"Kasih kesempatan tim penyidik untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," katanya.

Jenderal Timur membantah bila penyebab penyerangan yang menyebabkan 4 korban luka, termasuk Kapolsek Martapura, itu dipicu karena adanya ego sektoral antar dua instansi.

"Saya kira kita selalu bekerjasama, tidak ada yang selalu diselesaikan sendiri," jawab Timur.

Termasuk, dia menambahkan, pembagian peran dalam menindak pelaku penyerangan dari kedua pihak. Polisi akan memproses anggotanya terkait penyerangan tersebut, dan TNI akan memproses anggotanya yang juga terlibat dalam penyerangan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
65%
Kontra
35%