Detik.com News
Detik.com
Rabu, 13/03/2013 12:36 WIB

Hari ke-149 Jokowi

Jokowi Semangat Pidato, Anas Effendi Tertidur

Ray Jordan - detikNews
 Jokowi Semangat Pidato, Anas Effendi Tertidur
Jakarta - Rasa kantuk terkadang sulit ditaklukkan. Entah diserang ngantuk sangat atau kurang istirahat, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta Anas Effendi justru terlelap saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berpidato.

Jokowi memberikan paparan jawaban gubernur DKI Jakarta atas pertanyaan fraksi-fraksi DPRD DKI Jakarta terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2013-2017 di ruang rapat paripurna Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2013).

Pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini berpidato dengan membacakan teks di podium. Ia memaparkan panjang lebar rencananya itu. Acara dihadiri pimpinan DPRD DKI Jakarta, anggota dewan, serta beberapa SKPD dan asisten daerah pemimpin DKI Jakarta.

Pejabat SKPD duduk di kursi di pojok ruang paripurna. Salah satunya mantan Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta. Anas duduk persis di samping Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Karma Yoga, dan Kepala Dinas
Perindustrian dan Energi Pemprov DKI Jakarta Andi Baso Mappapoleonro.


Anas awalnya serius mendengarkan pembukaan dari Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan. Acara kemudian dilanjutkan pidato dari Jokowi.

Beberapa saat Jokowi berpidato, Anas tampak mulai diserang kantuk dan menutup matanya. Ia terlelap. Zzz...! Anas yang mengenakan jas warna hitam dan dasi warna biru dongker tertidur cukup nyenyak. Kepalanya tumbang ke kiri. Kadang Anas sedikit terbangun dan membenarkan posisi duduknya. Kepalanya lalu tumbang ke kanan.

Jokowi akhirnya selesai pidato dan disambut tepuk tangan hadirin. Suasana riuh ini membangunkan tidur nyenyak Anas. Bak dikomando, Anas spontan ikutan bertepuk tangan kecil sambil tersenyum.




(aan/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%