detikcom
Rabu, 13/03/2013 00:13 WIB

Diplomat Muda Ini Belajar pada Walikota Surabaya

Eddi Santosa - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Keberhasilan Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini memimpin daerahnya mendorong para diplomat muda untuk belajar kepemimpinan padanya.

Kota Surabaya ini merupakan pilihan dari seluruh peserta Diklat Sesparlu. Kami ingin belajar kepemimpinan dari Ibu Risma, salah satu pemimpin terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini," kata Kartika Chandra Negara dalam siaran pers, Selasa (12/3/2013).

Kapusdiklat Kemlu RI Duta Besar Hazairin Pohan, yang mendampingi rombongan peserta Diklat Pimpinan Tingkat II dan Sekolah Staf Pimpinan Luar Negeri Angkatan 48, menyampaikan bahwa tema utama kunjungan ke Walikota Surabaya adalah sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Walikota Surabaya, yang menerima para diplomat muda di ruang kerjanya, mengatakan bahwa kepemimpinannya di pemerintahan kota Surabaya selalu mendasarkan pada amanat masyarakat sebagai landasan kerjanya.

"Sinergi dari semua komponen juga merupakan kunci keberhasilan program-program pemerintah kota Surabaya," ujar Walikota.

Dijelaskan, dari landasan dan prinsip kekuasaan untuk rakyat itu bisa diwujudkan program-program pemerintahan kota yang bisa dirasakan manfaatnya, termasuk penggunaan teknologi komunikasi untuk melakukan koordinasi dengan seluruh staf.

Kota Surabaya saat ini juga sudah menerapkan e-Government, sehingga semua proses tata pemerintahan dapat dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(es/es)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%