detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 13/03/2013 00:13 WIB

Diplomat Muda Ini Belajar pada Walikota Surabaya

Eddi Santosa - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Keberhasilan Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini memimpin daerahnya mendorong para diplomat muda untuk belajar kepemimpinan padanya.

Kota Surabaya ini merupakan pilihan dari seluruh peserta Diklat Sesparlu. Kami ingin belajar kepemimpinan dari Ibu Risma, salah satu pemimpin terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini," kata Kartika Chandra Negara dalam siaran pers, Selasa (12/3/2013).

Kapusdiklat Kemlu RI Duta Besar Hazairin Pohan, yang mendampingi rombongan peserta Diklat Pimpinan Tingkat II dan Sekolah Staf Pimpinan Luar Negeri Angkatan 48, menyampaikan bahwa tema utama kunjungan ke Walikota Surabaya adalah sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Walikota Surabaya, yang menerima para diplomat muda di ruang kerjanya, mengatakan bahwa kepemimpinannya di pemerintahan kota Surabaya selalu mendasarkan pada amanat masyarakat sebagai landasan kerjanya.

"Sinergi dari semua komponen juga merupakan kunci keberhasilan program-program pemerintah kota Surabaya," ujar Walikota.

Dijelaskan, dari landasan dan prinsip kekuasaan untuk rakyat itu bisa diwujudkan program-program pemerintahan kota yang bisa dirasakan manfaatnya, termasuk penggunaan teknologi komunikasi untuk melakukan koordinasi dengan seluruh staf.

Kota Surabaya saat ini juga sudah menerapkan e-Government, sehingga semua proses tata pemerintahan dapat dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(es/es)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%