detikcom
Selasa, 12/03/2013 07:13 WIB

Kebohongan Bisnis Syariah Ong

M. Rizal - detikNews
Jakarta - Sabtu, 23 Februari malam, warga Jakarta larut dalam kemeriahan akhir pekan. Namun di sebuah ruang di kantor pusat PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) di Lt. 9 Menara A Grand Mall Kemayoran (GMK), Jakarta Pusat, sejumlah orang tampak sibuk mengutak-atik komputer.

Menjelang tengah malam, sekelompok pria ini meninggalkan kawasan yang mulai sepi itu sambil membawa CPU dan server. Heboh baru pecah dua hari kemudian. Senin 25 Februari, Dirut PT GTIS Taufiq Michael Ong kabur bersama sejumlah orang dekatnya. Ia membawa serta seluruh data nasabah dan keuangan GTIS.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah memberi sertifikat syariah pada usaha investasi emas ini. Pun saat wakil MUI mengecek rekening Ong dan GTIS, ternyata Ong juga membawa serta sebagian uang GTIS.

Dari penelusuran MUI, sebelum meninggalkan Jakarta, Ong sempat mencairkan uang Rp 4 miliar dari rekening GTIS. Ia juga mentransfer uang total senilai Rp 10 miliar ke sembilan rekening berbeda. Diduga rekening itu milik orang-orang dekat Ong. MUI pun meminta rekening Ong dan GTIS di BCA Kuningan untuk segera dibekukan.
***
Tulisan lengkap Kebohongan Bisnis Syariah Ong bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 67, 11Maret 2013). Edisi ini mengupas tuntas investasi emas PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), dengan tema‘Resah Emas Syariah’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Kriminal ‘Nasib Tragis Wartawati Hamil’, Nasional ‘Nama di Kantong Yudhoyono’, Ekonomi ‘Meninggi karena Bawang Putih’, berita komik ‘Sudah Tertipu Masuk Bui’, Gaya Hidup ‘Bahaya Earphone dan Headphone’, rubrik Seni Hiburan dan review film ‘Lincoln’, WKWKWK ‘Candaan Hakim untuk Slank’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(iy/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
53%
Kontra
47%