detikcom

Senin, 11/03/2013 12:26 WIB

Big Bos Narkoba Medan Ini Sembunyikan Sabu di Fortuner dan CRV

Andri Haryanto - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Andi Juanda di Mal Home Sentra Medan pertengahan Februari lalu atas kepemilikan 7 kg sabu. Modus pelaku adalah dengan menyembunyikan sabu di dua mobil mewahnya.

"Pengedar sadar kalau mereka tertangkap rumahnya akan digeledah, mereka lalu menyembunyikannya di mobil mewahnya," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto, dalam jumpa pers di gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (11/3/2013).

Penangkapan Andi ini berawal dari kecurigaan masyarakat terhadap tersangka yang merupakan pedagang kecil kelontong. Meski dengan berdagang kelontong, ternyata gaya hidup tersangka cukup mewah, memiliki 2 unit mobil mewah dan sebuah kapal pengangkut barang. Seluruh barang tersebut, kata Benny, adalah milik Andi.

"Masyarakat sekitar curiga, melihat usahanya (kelontong), tidak mungkin tersangka seperti itu," kata Benny.

Andi ditangkap 17 Februari 2013 di depan sebuah mal di medan. Aparat menemukan sabu yang dikemas di 8 plastik seberat 5.204,92 gram dan disembunyikan di bawah jok Fortuner.

Petugas lantas mengembangkan kasus tersebut dengan menggeledah kontrakannya di Komplek Taman Setia Budi Blok VV No 14, Medan. Petugas tidak menemukan sabu di dalam kediaman tersangka, kristal haram itu ditemukan di dalam sebuah mobil CRV seberat 2.023,62 gram.

BNN menyebut Andi adalah big bos narkoba di Medan. Dalam menjalankan peredaran sabu, dia tidak sendiri, namun bekerjasama dengan kelompok Aceh yang kemudian merekrut kurir untuk menjalankan bisnisnya. Medan sendiri, ujar Benny, dianggap sebagai pasar potensial narkoba.

Hasil penyidikan BNN, sabu tersebut berasal dari India dan masuk lewat Malaysia. "Dari Malaysia, tersangka membawa sendiri barang tersebut dengan kapal barangnya sendiri yang masuk di perairan Aceh," ujarnya.

Dari jumlah yang diamankan petugas, sebanyak 7.204,38 gram sabu dimusnahkan, sementara 24,16 gram disisihkan untuk pembuktian di persidangan.

"Dengan pengungkapan ini setidaknya 28.914 anak bangsa terselamatkan," ujar Benny. Dia enggan menyebut berapa nominal rupiah dari sejumlah barang bukti yang diungkap jajarannya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ahy/rmd)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%