detikcom

Minggu, 10/03/2013 18:08 WIB

10 Parpol Bergabung, Hanura Optimistis Jadi 3 Besar di Pemilu

Ray Jordan - detikNews
Wiranto (detikcom)
Jakarta - Optimisme Partai Hanura makin meningkat setelah 10 parpol tak lolos Pemilu 2014, menyatakan diri bergabung. Dengan tambahan kekuatan ini, Hanura yakin akan menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak ketiga.

"Ada suatu jangkauan yang ingin dicapai Hanura, maka dengan bergabungnya 10 parpol dan Pak Hary Tanoe, maka paling tidak kami mengharapkan masuk dalam 3 besar yang akan datang," kata Ketum Partai Hanura Wiranto dalam jumpa pers di kantor DPP Hanura, Jl Tanjung Karang, Jakarta Pusat, Minggu (10/3/2013).

Menurut dia, bergabungnya 10 parpol akan memperkuat basis dan jaringan Hanura. "Kami siap menjadi partai yang semakin berkembang," sebutnya.

Wiranto tidak menampik risiko organisasi dari penggabungan parpol. Namun, risiko ini dapat dihindari bila Hanura dan parpol yang bergabung memiliki tujuan yang sama.

"Hanura menyadari saat ini kita belum menjadi partai besar, maka untuk menjadi besar maka kita harus bergabung. Dan itu memerlukan pengorbanan keikhlasan dan kesepahaman," tutur dia.

Kesepuluh parpol yang bergabung adalah Partai Kedaulatan, Partai Republikan, Partai Nasional Republik, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Damai Sejahtera, Partai Pemuda Indonesia, Partai Kongres, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Demokrasi Indonesia dan Partai Demokrasi Pembaruan.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%