Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 09/03/2013 20:23 WIB

Berkemeja Putih, Jokowi Nonton K-Pop Bareng Anak ABG

Salmah Muslimah - detikNews
Berkemeja Putih, Jokowi Nonton K-Pop Bareng Anak ABG
Jakarta - Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dipadati ribuan ABG penggemar musik K-Pop. Mereka datang untuk melihat penampilan para artis boy band dari korea yang akan mengisi acara konser Music Bank.

Ribuan ABG itu berteriak sembari memanggil nama idola mereka. Suasana konser semakin meriah saat Gubernur DKI Joko Widodo hadir di tengah-tengah acara.

Berkemaja putih Jokowi tiba di GBK pukul 19.00 WIB. Jokowi datang bersama dengan putri tercintanya Kahiyang Ayu dan langsung menuju kursi VIP.

Jokowi mengaku, datang ke konser K-Pop untuk memenuhi undangan dari Kedutaaan Besar Korea. Sebelumnya Jokowi mengaku akan belajar menajemen musisi K-Pop tersebut yang telah sukses go international itu.

"Pertama mau nonton, yang kedua kita mau lihat persiapan konser Korea itu seperti apa. Saya paling seneng itu negara yang bisa go international tapi dimulai dari dasar. Ini K-Pop bisa itu seperti itu, mendunia itu disiapkan 30 tahun yang lalu," katanya Jokowi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (9/3/2013).



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(slm/fjr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%