detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 14:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 09/03/2013 20:20 WIB

Hercules: Anak Buah Saya Kerja Gajinya Rp 2 Juta, Tak Mungkin Memeras

Syarifah Nur Aida - detikNews
Foto: Hercules saat ditangkap (Septi/detikcom)
Jakarta - Kasat Reskrim Polres Jakbar Henky Haryadi, menyatakan bahwa Hercules dan anak buahnya ditahan karena melakukan pemerasan berdalih keamanan. Keterangan ini dibantah oleh Hercules. Menurutnya, anak buahnya memiliki pekerjaan dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

"Tidak benar itu, anak buah saya ada kerjaan kok jadi keamanan. Gajinya sebulan Rp 2 juta," kata Hercules usai menjalani pemeriksaan di Bidokes Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakpus, Sabtu (9/3/2013).

Hercules yang masih mengenakan baju lengan panjang berwarna kuning itu, juga menegaskan bahwa masalah yang tengah dihadapinya hanya salah paham dan akan ia klarifikasi ke penyidik.

"Sedang klarifikasi dengan penyidik, setelah selsai nanti dilihat perkembangannya ya," ungkapnya sambil digiiring ke ruang Direktorat perawatan Tahanan Narkoba.

Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jakbar Henky Haryadi, menyatakan Hercules dan anak buahnya melakukan pemerasan kepada beberapa perusahaan. Di antaranya dilakukan oleh Hercules langsung dengan nilai ratusan juta.

"Dalam kurun waktu 3 bulan, ada 3 tempat atau 3 perusahaan yang kami pantau. Ketiganya mendapat pemerasan dengan dalih keamanan. Untuk 3 perusahaan ini, pemeras mengaku sebagai kelompok Hercules. Bahkan di tempat ada Herculesnya langsung yang angkanya ratusan juta rupiah," Henky.

Menurutnya, modus yang dilakukan oleh kelompok Hercules adalah mereka mendatangi perusahaan dan meminta sejumlah uang untuk keamanan. "Di satu tempat, bahkan ada bentuk tertulis bahwa dengan kompensasi pada kelompok Hercules, maka tidak akan diganggu keamanannya. Yang sudah menyerahkan uang ke kelompok Hercules menyerahkan 20 juta. Atas dasar ini kami melakukan apel," tegas Henky.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bal/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%