Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 09/03/2013 16:29 WIB

Ini Penjelasan Polisi Soal Penangkapan Hercules & Anak Buahnya

Syarifah Nur Aida - detikNews
 Ini Penjelasan Polisi Soal Penangkapan Hercules & Anak Buahnya Foto: Jumpa pers penangkapan Hercules (Syarifah/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Barat menangkap Hercules dan 50 orang anak buahnya karena diduga melakukan tindak pemerasan, di Kembangan, Jakbar. Sebanyak 46 orang termasuk Hercules ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Berikut penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (9/3/2013), soal kronologis penangkapan Hercules dan anak buahnya.

Tanggal 8 pukul 16.00 WIB ada laporan dari masyarakat yang merasa diancam, diintimidasi, diperas, yang ternyata dilakukan oleh anggota daripada saudara Hercules. Disikapi oleh Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Barat, 30 anggota polisi resort tersebut melakukan pemantauan. Mereka kemudian melakukan apel di sekitar daerah laporan.

Sekelompok 'preman' lalu menggangu apel seperti membunyikan klakson motor dan mengacungkan senjata tajam. Lalu, didatangkan personil tambahan dari Polres Jakbar. Ditangkap 5 orang preman, didapati senjata tajam. Kemudian ada tambahan bantuan dari Polda Metro Jaya. Dijaring, lalu didapatkan 51 orang. Sempat terjadi baku pukul dan kendaraan petugas rusak. Semua dibawa ke Polda Metro Jaya. Dari 51 orang, 50 ditangkap. Untuk 1 orang tidak terbukti sehingga kita lepas.

Di antara 50 orang, ada Hercules dan M. Siddik. Hercules dikenakan pasal 160, penghasutan dan 214 karena melawan petugas. Hercules juga dikenai Undang-udang Darurat untuk kepemilikan senjata FN 27 dengan peluru tanpa izin resmi. Puluhan lainnya dikenakan pasal 170 atas pengrusakan bersama-sama dan UU Darurat atas kepemilikan senjata tajam.

Barang bukti yang diamankan:
a. 3 Bilah parang
b. 1 Buah panah dan anak panah
c. 7 Pisau belati
d. 1 Pucuk senpi FN, 2 magazin, 27 butir peluru FN (buatan Pindad, milik Hercules)
e. 1 Pucuk revolver
f. 1 Ketapel dan anak panah
g. 1 Tas berwarna coklat berisi uang tunai Rp 5,9 juta

Atas penangkapan itu, 46 orang termasuk Hercules ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 160 KUHP tentang penghasutan, pasal 214 KUHP tentang melawan petugas, pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan Pasal 2 UU No. 12 Tahun 1951 (UU Darurat) tentang kepemilikan senjata.

"Hercules hari ini resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakpus, Sabtu (9/3/2103).


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bal/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%