detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 09/03/2013 16:29 WIB

Ini Penjelasan Polisi Soal Penangkapan Hercules & Anak Buahnya

Syarifah Nur Aida - detikNews
Foto: Jumpa pers penangkapan Hercules (Syarifah/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Barat menangkap Hercules dan 50 orang anak buahnya karena diduga melakukan tindak pemerasan, di Kembangan, Jakbar. Sebanyak 46 orang termasuk Hercules ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Berikut penjelasan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (9/3/2013), soal kronologis penangkapan Hercules dan anak buahnya.

Tanggal 8 pukul 16.00 WIB ada laporan dari masyarakat yang merasa diancam, diintimidasi, diperas, yang ternyata dilakukan oleh anggota daripada saudara Hercules. Disikapi oleh Kepolisian Resort (Polres) Jakarta Barat, 30 anggota polisi resort tersebut melakukan pemantauan. Mereka kemudian melakukan apel di sekitar daerah laporan.

Sekelompok 'preman' lalu menggangu apel seperti membunyikan klakson motor dan mengacungkan senjata tajam. Lalu, didatangkan personil tambahan dari Polres Jakbar. Ditangkap 5 orang preman, didapati senjata tajam. Kemudian ada tambahan bantuan dari Polda Metro Jaya. Dijaring, lalu didapatkan 51 orang. Sempat terjadi baku pukul dan kendaraan petugas rusak. Semua dibawa ke Polda Metro Jaya. Dari 51 orang, 50 ditangkap. Untuk 1 orang tidak terbukti sehingga kita lepas.

Di antara 50 orang, ada Hercules dan M. Siddik. Hercules dikenakan pasal 160, penghasutan dan 214 karena melawan petugas. Hercules juga dikenai Undang-udang Darurat untuk kepemilikan senjata FN 27 dengan peluru tanpa izin resmi. Puluhan lainnya dikenakan pasal 170 atas pengrusakan bersama-sama dan UU Darurat atas kepemilikan senjata tajam.

Barang bukti yang diamankan:
a. 3 Bilah parang
b. 1 Buah panah dan anak panah
c. 7 Pisau belati
d. 1 Pucuk senpi FN, 2 magazin, 27 butir peluru FN (buatan Pindad, milik Hercules)
e. 1 Pucuk revolver
f. 1 Ketapel dan anak panah
g. 1 Tas berwarna coklat berisi uang tunai Rp 5,9 juta

Atas penangkapan itu, 46 orang termasuk Hercules ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 160 KUHP tentang penghasutan, pasal 214 KUHP tentang melawan petugas, pasal 170 KUHP tentang kekerasan dan Pasal 2 UU No. 12 Tahun 1951 (UU Darurat) tentang kepemilikan senjata.

"Hercules hari ini resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakpus, Sabtu (9/3/2103).


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bal/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%