Detik.com News
Detik.com
Jumat, 08/03/2013 22:18 WIB

Kronologi Penangkapan Hercules di Jakarta Barat

M Iqbal - detikNews
Kronologi Penangkapan Hercules di Jakarta Barat
Jakarta - Hercules dan 50 orang anggotanya digelandang ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, kelompok Hercules ini sempat mengusir pihak kepolisian yang tengah menggelar apel di kawasan Perumahan Kebon Jeruk Indah (KJI) II Srengseng, Jakarta Barat. Berikut kronologi penangkapan Hercules berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto.

Pukul 17.00 WIB

Sebanyak 50 anggota Polres Jakarta Barat menggelar apel gabungan di Komplek KJI II Srengseng, Kembangan. Apel gabungan Satuan Reserse dan Kriminal dipimpin Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi. Turut hadir Wakil Kapolres AKBP Widodo dalam apel tersebut. Apel digelar setelah pihak kepolisian mendapat aduan dari masyarakat terkait aksi dugaan pemerasan yang dilakukan kelompok Hercules.

17.20 WIB

Saat apel berlangsung, Hercules dan 40-an orang mendatangi Hengki dan meminta apel yang digelar kepolisian di lokasi tersebut dibubarkan. Terjadi kericuhan dalam peristiwa tersebut, beberapa anak buah Hercules melempari kaca ruko PT Tjakra Multi Strategi dengan batu.

17.50 WIB

4 orang dari kelompok Hercules datang dengan mengendarai dua sepeda motor. Mereka membawa senjata tajam. Empat orang tersebut selanjutnya dibawa ke Polres Jakarta Barat.

18.00 WIB

sebanyak 25 personel Resmob Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Heri Heryawan menyisir lokasi dan sekitar kediaman Hercules. Selanjutnya, sebanyak 45 orang diamankan di Polda Metro Jaya.

Menurut Rikwanto, sebelum peristiwa penangkapan, kelompok Hercules terlibat permasalahan dengan PT Tjakra Multi Strategi, terkait dengan pembangunan ruko di lokasi perumahan KJI II, Kembangan.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/sip)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%