Detik.com News
Detik.com

Jumat, 08/03/2013 18:46 WIB

Ditangkap Polisi, Hercules dan 50 Anak Buahnya Diduga Lakukan Pemerasan

Septiana Ledysia - detikNews
Ditangkap Polisi, Hercules dan 50 Anak Buahnya Diduga Lakukan Pemerasan (foto: Septiana)
Jakarta - Hercules dan 50 anak buahnya dibekuk petang ini di kawasan Srengseng, Jakarta Barat. Mereka ditangkap karena kasus pemerasan dan intimidasi di lokasi tersebut.

"Kelompok melakukan pemerasan di sekitar sini dan melakukan intimidasi dengan adanya pembangunan ruko. Saat apel Hercules dan anggota melakukan pemecahan kaca," ujar Kasat Reskrim Jakarta Barat, AKBP Hengki Heriadi, di lokasi penangkapan di Belmont Recidence Jalan Lapangan Bola, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/3/2013).

Penangkapan ini dilakukan oleh pasukan gabungan dari Resmob Polda Metro Jaya di bawah komando AKBP Herry Heriawan dan jajaran Polres Jakbar. 50 Anak buah Hercules diborgol dan diperintahkan tiarap. Sementara Hercules menolak untuk diborgol.

"Saya nggak mau diborgol," kata Hercules.

"Ini perintah," jelas salah satu polisi.

Hercules lantas digiring ke mobil patroli polisi. Sedangkan 50-an anak buahnya, sedang disiapkan 3 angkot M 11. Mereka semua akan dibawa ke Polda Metro Jaya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(sip/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%