detikcom
Jumat, 08/03/2013 16:32 WIB

Pria Australia Bercinta dengan Seekor Babi Bernama 'Michael Jackson'

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (news.com.au)
Darwin, - Astaga! Seorang pria di Australia harus diadili karena berhubungan seks dengan hewan. Pria ini bercinta dengan seekor babi yang diberi nama Michael Jackson. Ada-ada saja!

Pria berusia 35 tahun ini duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Darwin karena perbuatannya yang tidak lazim tersebut. Pengadilan mendakwa pria yang tidak disebut namanya ini dengan dua dakwaan, yakni berhubungan seks dengan hewan dan berbuat cabul di depan umum.

Insiden tersebut terjadi pada November 2012 lalu di wilayah Alyangula, Groote Eylandt, sebuah pulau yang terletak sekitar 630 km dari Darwin, Australia. Dalam insiden itu, si babi 'Michael Jackson' terpaksa ditembak mati oleh aparat setempat. Tidak dijelaskan lebih lanjut mengapa binatang itu harus ditembak. Demikian seperti dilansir news.com.au, Jumat (8/3/2013).

Dalam persidangan yang digelar Jumat (8/3) waktu setempat, pihak pengadilan masih mempertanyakan kesehatan mental terdakwa. Sedangkan pengacara terdakwa meminta agar pengadilan membatalkan seluruh dakwaan yang dijeratkan kepada kliennya.

Hakim menunda persidangan kasus ini hingga akhir bulan. Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan dakwaan.

Kasus semacam ini tergolong jarang terjadi di wilayah Australia. Yang terakhir terekspos media adalah kasus hubungan seksual dengan hewan yang dilakukan oleh tiga warga paruh baya di Australia yang disidangkan pada awal tahun 2012 lalu.

Dua wanita dan seorang pria yang semuanya berusia di atas 50 tahun, didakwa atas pidana bestiality, sebutan untuk hubungan intim antara manusia dengan hewan. Perbuatan ketiganya terjadi di kota Ovingham dalam rentang waktu November 2008 hingga Mei 2010. Namun tidak disebutkan dengan jelas jenis binatang yang menjadi korban mereka.

Menurut hukum yang berlaku di Australia, ancaman hukuman maksimum bagi pelaku bestiality adalah 10 tahun penjara.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%