Detik.com News
Detik.com

Jumat, 08/03/2013 12:30 WIB

Mayat Terbakar di Kembangan, Polisi Periksa 15 Saksi

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Kepolisian Kembangan telah memeriksa 15 saksi untuk diminta keterangan dalam kasus mayat yang ditemukan terbakar di lahan kosong warga di Kampung Pasar Minggu, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Saksi-saksi yang dipanggil ialah warga sekitar dan penemu mayat pertama kali.

"15 orang saksi dari warga sekitar. Nanti juga mau ada olah TKP," ujar Kapolsek Kembangan, Kompol Herru Agus kepada wartawan di Polsek Kembangan, Jumat (8/3/2013).

Herru mengatakan, saat ini pihaknya akan mengundang pihak Labfor Mabes untuk membantu penyelidikan. "Untuk tahu penyebab kematian apa. Soalnya ditubuhnya tidak ada tanda penganiaan. Luka bakar dari kepala sampai ke bawah," ujar Herru.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat gosong ditemukan di semak-semak pinggiran jalan tol Jakarta-Merak pada Kamis (7/3) sekitar pukul 18.00 WIB, tepatnya di kawasan RT 07/01, Kembangan Selatan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%