detikcom
Kamis, 07/03/2013 21:09 WIB

Penyerangan TNI ke Mapolres OKU, 70 Motor dan 10 Mobil Terbakar

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Penyerbuan massa yang dilakukan oleh anggota TNI ke Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) dan Mapolsek Martapura Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, menyebabkan kerugian cukup besar. 70 sepeda motor dan 10 mobil rusak terbakar.

“Kerugian yang cukup besar, serta (tapi, red) belum bisa saya identifikasi secara nominalnya. Yang jelas sekitar hampir 70 roda dua yang rusak terbakar, dan 9 roda empat mobil dinas, dan mobil warga, yang membutuhkan pelayanan di Mapolres OKU,” kata Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R. Djarod P.H kepada wartawan di Mapolda Sumsel, Kamis (07/03/2013).

Selain itu, di Mapolsek Martapura OKU Timur, semua perangkat dari kantor itu hancur dan kaca-kaca dipecah sehingga tidak bisa melakukan kegiatan kemasyarakatan.

"Saat ini kita tetap memperbaiki dan memberikan pelayanan pada masyarakat, kondisi terakhir kondisi sudah kondusif,” katanya.

Sementara itu kondisi Mapolres OKU rusak parah, sekitar 90 persen bangunan hangus. Berhubung lokasi Mapolres OKU berada di sekitar rumah warga, maka pihak pemadam cepat melakukan pemadaman.

"Alhamdulillah rumah warga tidak terkena efek kebakaran,” ujarnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tw/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close