detikcom
Kamis, 07/03/2013 13:06 WIB

KRL Bogor-Jakarta Berjalan Lebih Pagi, Balik Lebih Malam

Mulya Nurbilkis - detikNews
dok PT KCJ
Jakarta - Kabar baik bagi komuter di jalur Bogor-Jakarta. Per 1 April 2013, KRL relasi Bogor-Jakarta akan mulai pelayanan lebih pagi dan berakhir lebih malam.

Perubahan ini diutarakan Dirut PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Tri Handoyo dalam jumpa pers di Gedung Jakarta Railway Center, Jalan Juanda IB, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013).

Commuter Line Bogor-Jakarta Kota yang tadinya berangkat pukul 04.25 WIB, per 1 April 2013 menjadi berangkat lebih pagi, pukul 04.00 WIB. Sedangkan jurusan sebaliknya, Jakarta Kota - Bogor akan pulang lebih malam, dari pukul 22.30 WIB menjadi 00.25 WIB hingga tiba di Stasiun Bogor pukul 01.46 WIB.

Penambahan jadwal dan rangkaian kereta ini juga diimbangi peningkatan pengaman di stasiun dan kereta.

"Kita akan menambah pengamanan. Seperti di stasiun kita tambah dengan operasi tim khusus yang sifatnya tertutup. Mereka belum tentu pakai seragam," jelas Tri.

Sementara relasi Serpong-Jakarta, KRL ekonomi akan ditiadakan.

Jumlah personel pengamanan akan ditambah dari yang tadinya 14 ribu menjadi 16 ribu personel untuk seluruh stasiun dan kereta KRL di Jabodetabek. Adanya penambahan jumlah KRL kelak akan mempersingkat waktu tunggu penumpang dan meningkatkan jumlah volume penumpang sekitar 20 persen atau sekitar 140 juta penumpang (target 2013).

Jadwal lengkap KRL Jabodetabek akan dirilis PT KCJ dalam situsnya www.krl.co.id pada Senin (11/3/2013).


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%