Detik.com News
Detik.com

Kamis, 07/03/2013 11:52 WIB

Serbu Mapolres OKU, Anggota TNI Bawa Senjata Laras Panjang

Rachmadin Ismail - detikNews
 Serbu Mapolres OKU, Anggota TNI Bawa Senjata Laras Panjang
Jakarta - Puluhan anggota TNI yang menyerbu Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan tak hanya membawa bendera merah putih dan berseragam dina. Mereka juga membawa senjata laras panjang.

Dari foto yang diperoleh detikcom, para anggota TNI itu berasal dari Batalyon Armed 15. Mereka tampak membawa senjata laras panjang dan berseragam dinas. Di foto tersebut, sedikitnya ada dua anggota TNI membawa senjata sambil dipanggul.

Belum ada keterangan resmi soal jumlah korban dan nilai kerugian yang ditimbulkan dari aksi brutal ini. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus baru memberikan informasi, awalnya aksi ini direncanakan damai, namun ternyata lain.

"Sebenarnya rencananya akan unjuk rasa damai terkait temannya yang tertembak, tapi jadi tidak terkendali," terang Suhardi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (7/2/2013).

Menurut TNI, pemicu kericuhan itu adalah pelanggaran lalu lintas yang berujung penembakan terhadap anggota TNI itu terjadi Minggu (27/1/2013). Bermula saat Brigadir WJ berjaga di Pos Polantas Simpang Empat Sukajadi menegur Pratu Her yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas. Bukannya berhenti, Pratu Her malah tancap gas. Sejumlah petugas mengejar dan terjadi penembakan.

Pratu Her meninggal akibat tertembus timah panas. Senjata diperkirakan berasal dari Brigadir WJ sekaligus anggota Polres OKU Timur. Kasus itu saat ini masih ditangani Propam Polda Sumsel.

Kapuspen TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul membenarkan dan menyayangkan kejadian itu. Pihaknya akan menyelidiki. Namun dia menegaskan, pasti ada penyebabnya bila insiden seperti ini sampai terjadi.

"Tapi yang pasti ini terjadi ada asal muasalnya. Kita tidak akan menyerang jika tidak ada penyebabnya," tutupnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%