detikcom
Kamis, 07/03/2013 11:31 WIB

Istri Ahmad Fathanah Sambangi KPK, Jenguk Suaminya di Tahanan

Rina Atriana - detikNews
Foto: Ramses/detikcom
Jakarta - Ahmad Fathanah, tersangka kasus suap dan pidana pencucian uang terkait impor sapi kedatangan tamu. Tak lain yang datang menjenguk Fathanah, Sefti Sanustika istrinya yang tengah hamil. Fathanah saat ini ditahan di Rutan KPK.

Sesampainya di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (7/3/2013), Sefti enggan berkomentar banyak. Dia hanya meminta doa untuk suaminya. "Mohon doanya saja," ujar Sefti, yang mengenakan pakaian hitam dan kerudung biru tua ini.

Sefti yang sedang hamil itu sempat mengaku tak tahu menahu mengenai pekerjaan suaminya. "Nggak tahu," ungkapnya.

Terkait kasus TPPU Ahmad Fathanah, KPK telah menyita empat mobil mewah milik orang yang diduga kepercayaan Luthfi Hasan Ishaaq itu. Keempatnya antara lain Mercedez Benz C200, Toyota Alphard, Toyota FJ Cruiser, dan Toyota Land Cruiser Prado. Mobil-mobil itu disimpan di belakang Gedung KPK.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rna/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%