Detik.com News
Detik.com
Kamis, 07/03/2013 09:57 WIB

Polres OKU Dibakar, Menko Polhukam Perintahkan TNI & Polri Menahan Diri

Indra Subagja - detikNews
Polres OKU Dibakar, Menko Polhukam Perintahkan TNI & Polri Menahan Diri
Jakarta - Polres Ogan Komering Ulu (OKU) diserang dan dibakar oknum TNI. Mapolres pun habis dilalap api, sejumlah kendaraan polisi juga ikut dirusak dan dibakar. Menko Polhukam Djoko Suyanto sudah mendapat laporan ini. Dia meminta TNI dan Polri menahan diri.

"Iya sudah ada laporan ke saya. Panglima dan Kapolri sudah perintahkan ke jajarannya untuk meredam situasi," jelas Djoko saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (7/3/2013).

Penyerangan dan pembakaran ini terjadi pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Puluhan oknum TNI datang dan menyerbu Mapolres. Petugas kepolisian yang berjaga tak bisa berbuat banyak. Api membesar dan membakar Mapolres.

Penyerangan dan pembakaran ini diduga dipicu kasus pada Januari lalu. Saat itu karena cekcok, seorang petugas kepolisian menembak seorang anggota TNI hingga tewas. Kasus ini sebenarnya sudah diselesaikan, namun kemudian meletus kembali, puncaknya pembakaran ini.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam penyerangan dan pembakaran ini.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%