Detik.com News
Detik.com
Kamis, 07/03/2013 09:32 WIB

Selain Bakar Polres OKU, Pria Berambut Cepak Juga Rusak Mobil

Indra Subagja - detikNews
Selain Bakar Polres OKU, Pria Berambut Cepak Juga Rusak Mobil
Jakarta - Kebakaran hebat terjadi di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel. Sekelompok orang berbadan tegap dan berambut cepak membakar kantor polisi itu. Tak hanya itu, mobil yang terparkir di halaman Mapolres juga dirusak, kemudian dibakar.

Informasi dari pembaca detikcom, Kamis (7/3/2013) kebakaran ini terjadi pagi ini sekitar pukul 07.30 WIB. Sekelompok orang datang dan melakukan penyerangan. Mereka kemudian membakar Mapolres dan mobil yang terparkir.

Petugas kepolisian yang berjaga tak bisa berbuat banyak. Mereka kemudian menyelamatkan diri. Ulah sekelompok orang ini memang brutal. Belum diketahui dari mana kelompok ini.

"Api sudah melalap bangunan. Beberapa mobil juga rusak," kata pembaca detikcom Rita.

Belum diketahui apa ada korban luka dalam kejadian ini. Belum ada petugas kepolisian di OKU yang bisa dikonfirmasi. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus menyebut pihaknya masih melakukan pengecekan.

"Kita masih cek," jelas Suhardi.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/nal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%