Detik.com News
Detik.com

Rabu, 06/03/2013 19:17 WIB

Ini Penjelasan Wakapolri Komjen Nanan Usai Diperiksa KPK 8 Jam

Rina Atriana - detikNews
Ini Penjelasan Wakapolri Komjen Nanan Usai Diperiksa KPK 8 Jam
Jakarta - Wakapolri Komjen Nanan Sukarna diperiksa KPK selama delapan jam sebagai saksi untuk tersangka Irjen Djoko Susilo dalam kasus dugaan korupsi Simulator SIM. Kepada wartawan dia menjelaskan posisinya sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum).

Nanan keluar pukul 18.40 WIB. Dia didampingi sejumlah perwira Polri, beberapa di antaranya berpangkat kombes.

"Sebetulnya ini malah bisa memperjelas bahwa institusi mempunyai tugas untuk bisa meyakinkan apakah tugas pre-audit membuat tanda tangan itu sesuai dengan temuan. Jadi pre-audit dan gelar perkara itu adalah untuk meyakinkan PA (pengguna anggaran) sebelum tanda tangan," ujar Nanan kepada wartawan di halaman kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (6/3/2013).

Nanan lalu menjelaskan mengenai Pepres No 54 Tahun 2012 tentang Inspektorat di Kementerian dan Lembaga.

"Ingat bahwa dalam Perpres 54 itu ada PA, bisa membuat tim teknis yang menentukan PA adalah supaya dia yakin sebelum teken. Maka harus ada pre-audit di depan semua pejabat utama. Itu yang paling penting," ujar Nanan yang mengenakan seragam polisi ini.

"Kedua, ini kesempatan saya untuk menjelaskan setelah ada masalah bahwa institusi segera memerintahkan Propam, Itwasum dan Bareskrim untuk melakukan penyelidikan. Itu yang paling penting," ujar Nanan.

Mantan Irwasum Polri ini lantas melenggang dengan Toyota Camry B 9999 RFP.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%